Pernah mendengar
istilah diatas ? memangnya islam sampai mengurus masalah imunisasi
segala ? bukan kah islam hanya agama saja ? (terus kan baca artikel ini
! temukan jawabannya , betapa luas nya cakupan islam dalam kehidupan)
“Pernah
dikaruniakan kepadaku seorang anak laki-laki, lalu aku membawanya ke
hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau memberinya nama
Ibrahim dan mentahniknya dengan sebuah kurma “[1]Al-Bukhari menambahkan,
“Dan beliau mendo’akan keberkahan baginya seraya menyerahkannya kembali
kepadaku.” Dan dia adalah anak tertua Abu Musa Radhiyallahu ‘anhu.
Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Burdah dari Abu
Musa.
Imunisasi . Siapa
yang tidak kenal istilah ini , para ibu /bapak yang memiliki bayi dan
balita pasti akrab dengan istilah ini. Karena Sejak 1977 Indonesia
menjalankan program imunisasi PD3I (Penyakit Dapat Dicegah dengan
Imunisasi), yaitu TBC, difteri, pertusis, campak, polio, tetanus dan
hepatitis B. Program itu dikukuhkan dengan Undang-Undang Kesehatan No.
23 Tahun 1992, berdasarkan kesepakatan dengan WHO dan Unicef.
Tapi coba tanyakan
kepada para ibu / Bapak yang sedang memiliki bayi dan balita tersebut
tentang “ TAHNIK “ ? saya yakin banyak yang tidak mengetahui nya .
mengapa ? karena kita di dikte dengan sistem barat , tak disangkal lagi
dari segala aspek sebenarnya kita sudah di jajah oleh sistem barat ,
dari hal remeh - temeh sampai hal – hal yang urgen dalam kehidupan .
Kenapa kita
harus senantiasa berkiblat kesana , padahal islam memiliki solusi
lengkap di setiap bidang kehidupan , tidak ada satupun yang lewat dari
islam . Semua terdapat dalam Al – Qur’anul karim kitab suci yang tidak
ada keraguan daripadanya , dan terjaga kemurnian nya sampai hari kiamat
kelak. Tingkah laku hidup juga sudah Allah SWT anugerahkan “Uswatun
Hasanah” bagi seluruh manusia , Rasullah SAW. Manusia dengan Akhlak
agung , setiap perilaku nya pastilah manfaat dan harus di contoh
(Assunnah ).
Dari hadits awal diatas telah jelas , betapa islam
menaruh perhatian besar yang sangat mendasar pada kesehatan , bahkan
ketika manusia lahir ke dunia ini .
Rasullah S.A.W Rahmatan lil
alamin , telah mengajarkan cara pemberian imunisasi dari sejak dahulu
kepada umat islam , dengan cara men tahnik bayi yang baru lahir . Beliau
sebagai uswatun hasanah kita bagi umat islam dan seluruh manusia ,
telah memberikan solusi imunisasi yang tidak perlu diragukan lagi
manfaat nya .
Pengertian tahnik secara bahasa dan syar’i adalah
mengunyah kurma dan meletakkanya di mulut bayi, mengoleskannya pada
langit-langit mulutnya. Maka dikatakan “Engkau mentahnik bayi, jika
engkau mengunyah kurma kemudian menggosokkannya di langit-langit mulut
bayi”. Tahnik inilah yang utama, yakni dengan kurma yang dikunyah dulu
oleh pentahnik, bukan kurma yang diblender atau dihaluskan dengan alat
lain.Tahnik kurma yaitu melumatkan kurma lalu dimasukkan (dilolohkan
atau dilumurkan) ke dalam langit-langit mulut bayi kemudian bayi akan
menggerak-gerakkan lidahnya untuk merasakan kurma tersebut.
Perlakuan
tahnik kepada bayi memiliki manfaat yang dapat dijelaskan secara ilmiah
, dan telah dikaji oleh para ahli kesehatan zaman sekarang.
Penjelasan Ilmiah
Dr.Faruq
Musahil menerangkan bahwa setelah lahir, seorang bayi mendapatkan
dirinya sudah terpisah dari ibunya, dan pasokan makanan instan dari
ibupun sudah berhenti. Sehingga untuk bisa bertahan, ia harus
mengandalkan pada sisa makanan yang masih tersimpan dalam tubuhnya. Dan
itu jumlahnya tidak banyak, saat ia masih dalam rahim ibunya, hingga
saat keluar susu dari payudara ibunya. Keluarnya susu itu sendiri
membutuhkan waktu yang tidak sama antara satu dengan wanita yang lain,
dari satu hingga tiga hari. Bayi berupaya beradaptasi dengan lingkungan
barunya, yakni keluar kedunia ini sehingga sisa bahan makanan di
tubuhnya akan demikian cepat habis. Bersamaan itu, presentase gula dalam
darah juga ikut menurun sehingga masa sulit mensuplai makanan untuk
bayi berkisar antara selepas waktu bersalin hingga awal penyusuan.
Mayoritas
atau bahkan semua bayi membutuhkan zat gula dalam bentuk "glukosa"
seketika setelah lahir, maka memberikan kurma yang sudah dilumat bisa
menjauhkan sang bayi ( dengan izin Allah Subhannahu wa Ta'ala ) dari
kekurangan kadar gula yang berlipat-lipat. Bayi yang baru lahir
memerlukan asupan glukosa yang mencukupi , apalagi jika lahir premature (
kurang usia kandungan : kondisi bayi ini sangat berbahaya) karena sang
bayi memiliki kandungan kadar gula glukosa yang sangat kecil dalam
darahnya. Jika diberikan kepadanya zat gula yang siap diserap olehnya,
maka itu ( tahnik ) adalah solusi yang terbaik dan selamat dalam keadaan
darurat semacam ini.
Jika bayi yang lahir beratnya lebih kecil
maka semakin kecil pula kandungan zat gula dalam darahnya. Oleh karena
itu, bayi prematur (lahir sebelum dewasa), beratnya kurang dari 2,5 kg,
maka kandungan zat gulanya sangat kecil sekali, dimana pada sebagian
kasus malah kurang dari 20 mg/100ml darah. Adapun anak yang lahir dengan
berat badan di atas 2,5 kg maka kadar gula dalam darahnya biasanya di
atas 30 mg/100 ml.
Kadar semacam ini berarti (20 atau 30 mg/100
ml darah) merupakan keadaan bahaya dalam ukuran kadar gula dalam darah.
Hal ini bisa menyebabkan terjadinya berbagai penyakit:
§ Bayi menolak untuk menyusui;
§ Otot-otot melemas;
§ Berhenti secara terus-menerus aktivitas pernafasan dan kulit bayi menjadi kebiruan;
§ Kontraksi atau kejang-kejang;
Dan terkadang bisa juga menyebabkan sejumlah penyakit yang berbahaya dan lama, seperti:
§ Insomnia;
§ Lemah otak;
§ Gangguan syaraf;
§ Gangguan pendengaran, penglihatan, atau keduanya;
§ Kejang-kejang secara berkepanjangan dan kronis.
Apabila
hal-hal di atas tidak segera ditanggulangi atau diobati maka bisa
menyebabkan kematian. Padahal obat untuk itu adalah sangat mudah, yaitu
memberikan zat gula yang berbentuk glukosa melalui infus, baik lewat
mulut, maupun pembuluh darah.
Tahnik kurma ala Rasullulah S.A.W
memiliki hikmah secara medis. Sebab, kurma memiliki kandungan gula
“glukosa” dalam jumlah yang banyak, khususnya setelah dilumatkan dimulut
sehingga bercampur dengan air liur, dimana air liur mengandung sejumlah
enzim (ptialin) yang bisa mengubah sukrosa (disakarida) menjadi gula
sederhana (monosakarida) yaitu glukosa, galaktosa, fruktosa.
Tahnik
dapat dikatakan sebagai sebuah vaksinasi awal. Dalam mulut manusia
dewasa terdapat bakteri yang sangat beragam. Bakteri-bakteri tersebut
akan masuk dalam kurma yang telah dikunyah dalam dosis tertentu dan
dimasukkan ke dalam mulut bayi. Dan ini merupakan salah satu bentuk
introduksi atau vaksinasi yang telah kita kenal sekarang, yaitu
memberikan sistem kekebalan yang bersifat aktif dalam tubuh anak. Ilmu
kedokteran telah menetapkan faedah yang besar dari tahnik ini, yaitu
memindahkan sebagian mikroba (bakteri) dalam usus untuk membantu
pencernaan makanan. Vaksinasi zaman sekarang tentu dibolehkan selama
cara dan tujuannya benar, serta tidak mengandung zat-zat yang
diharamkan.
Hal ini tidak pernah diketahui sebelumnya, baik pada
zaman beliau hidup ataupun pada zaman-zaman sekarang, kecuali setelah
dilakukannya sejumlah penelitian pada abad 20-an ini. Inilah bukti
kemukjizatan Rasullullah S.A.W.
Kenapa Harus kurma ?
"Dan
di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun
anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak
bercabang, disirami dengan air yang sama. kami melebihkan sebahagian
tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya.
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran
Allah) bagi kaum yang berfikir." (QS. Ar-Ra'du: 4)
Terbukti buah
kurma mengandung unsur-unsur penting yang dapat melindungi bayi dari
penyakit dan menguatkan daya tahan tubuh. Kurma juga berkhasiat
melindungi dan membentengi anak sepanjang hidupnya, terlebih dari itu
hikmah mentahnik bayi berguna untuk menguatkan saraf-saraf mulut bayi
berguna untuk menguatkan saraf-saraf mulut dan gerakan lisan beserta
tenggorokan dan dua tulang rahang bawah dengan jilatan sehingga anak
siap untuk menghisap air susu ibunya dengan kuat dan alami.
Kurma Menurut Tinjauan Medis dan Pengobatan
1.
Dalam kurma, ditemukan beberapa bahan kimia yang memengaruhi horman
oksitosik, yaitu hormon yang bercampur di dalam peranakan wanita,
sehingga dapat membantu percepatan kelahiran, serta dapat mengurangi
resiko pendarahan setelah melahirkan. Hormon lain dalam kurma adalah
hormon untuk menghambat aktivitas hormon kelenjar gondok (glandula
thyreoidea). Bahan yang lain, yaitu hormon pembangkit kelenjar susu,
sehingga dapat memperlancar ASI (Air Susu Ibu).
2. Serat
selulosa berguna untuk membangkitkan kerja usus, sebagai obat mujarab
untuk penyembuhan yang disebabkan kurang makan. Serat ini tidak dapat
dicerna oleh alat pencernaan kita, sehingga dapat menjaga tubuh supaya
terhindar dari kekurangan makanan dalam perut.
3. Vitamin A
diperlukan untuk pemeliharaan epitel selaput lendir, ketajaman
penglihatan mata, dan pencegahan terjadinya infeksi. Oleh karena ini lah
orang-orang gurun selalu mengkonsumsi kurma untuk memperkuat
pendengaran dan memfokuskan penglihatan. Manfaat lainnya dari vitamin A
banyak sekali. Aktivitas kehidupan di dalam tubuh kebanyakan bertumpu
pada vitamin-vitamin tersebut. Vitamin bukan lah bahan penguat tubuh,
tapi vitamin diperlukan untuk menyempurnakan aktivitas kelenjar getah
bening dalam tubuh dengan cara yang lebih baik.
4. Fosfor bersama
kalsium diperlukan untuk membentuk tulang dan kesehatan gigi. Fosfor
berguna untuk membangun aktivitas kelenjar dan mengembalikan fungsi
kelenjar tubuh. Fosfor juga berperan penting sebagai nutrisi otak,
sehingga bila dikonsumsi teratur, dalam jangka panjang berefek
mencerdaskan otak.
5. Magnesium penting sekali bagi aktivitas kehidupan di dalam tubuh, serta untuk menjaga diri dari penyakit.
6.
Besi sangat penting untuk aktivitas pembentukan hemoglobin dan zat
darah merah dalam sumsum tulang. Oleh karena itu, ia diperlukan untuk
melindungi manusia dari kekurangan darah.
7. Seng, diperlukan untuk mengobati penyakit sensitivitas tubuh.
8. Kurma kering mengandung aspirin (acetylsalicylic acid) alami yang dapat mengurangi rasa sakit (analgesic).
9.
Kalium (potassium) signifikan untuk mengatasi kelelahan, membuat organ
jantung bekerja lebih optimal, mengaktifkan kontraksi otot, dan berperan
dalam pengaturan tekanan darah.
10. Kurma itu penuh asam mineral yang merupakan unsur terpenting sebagai makanan bagi tubuh, berupa:
Potasium = 79 miligram
Tembaga = 21 miligram
Belerang = 65 miligram
Besi = 5 miligram
Magnesium = 65 miligram
Mangan = 2 miligram
Kalsium = 65 miligram
Fosfor = 72 gram
Pada
pertengahan kedua abad ke-20, para ahli mengungkapkan adanya asam amino
yang lain pada kurma. Dan yang terpenting dalam asam ini adalah
glutathione sebagai antioksidan. Ternyata, bagi 100 gram (7 kurma) dapat
memberikan lebih dari 350 energi. Jadi, nilai gizi kurma hampir
sempurna. Kurma adalah rejeki yang beruntun, datang terus-menerus, tidak
terputus sebagai rejeki dari Allah SWT untuk manusia.
Manfaat Buah Kurma Untuk Kesehatan
- Menguatkan Aqidah
- Mencerdaskan otak
- Meningkatkan daya tahan (antibody)
- Meningkatkan Hemoglobin (Baik untuk penderita animea)
- Meningkatkan jumlah trombosit
- Sebagai multivitamin
- Anti bakteri dan virus
- Baik untuk masa pertumbuhan
- Mengatur kepadatan tulang
- Meningkatkan nafsu makan
- Memelihara ketajaman mata dan pendengaran
- Menenangkan dan menguatkan syaraf
- Menstabilkan kejiwaan anak
- Melancarkan BAB
- Mengobati cacingan
- Mengobati panas (demam), flu, batuk
- menghaluskan kulit
Siapa yang dapat melakukan tahnik ?
Hendaknya
yang melakukan tahnik adalah orang sholih sehingga bisa dimintai do’a
keberkahannya, terserah yang mentahnik laki-laki atau perempuan. Jika
orang sholih tersebut tidak hadir, maka hendaklah bayi tersebut yang
didatangkan ke orang sholih tersebut.
Mengenai yang mentahnik
boleh seorang wanita sebagaimana dijelaskan oleh Ibnul Qayyim bahwa Imam
Ahmad bin Hambal ketika lahir salah satu bayinya, beliau menyuruh
seorang wanita untuk mentahnik bayinya tersebut
Kurma yang
diberikan bayi dengan proses pengunyahan dari mulut kedua orang tuanya
juga mengandung makna yang special dalam menjalin ikatan batin kepada
anaknya. melalui air liur kedua orang tuanya akan mengikat hati bayi
dengan cinta mereka kepada mereka dan mengalirkan kepadanya fitrah islam
mereka yang suci. Anak akan tumbuh dengan baik dan bersih dan juga
dapat merasakan manisnya iman, sebagaimana manisnya buah kurma yang
bercampur air liur,yang bersamaan lidah selalu dibasahi dengan dzikir
kepada Allah Ta’ala.
Inilah tuntunan syariat bagi tiap orang tua
yg mengharap kebaikan bagi anaknya. tidak layak semua ini dilewatkan
begitu saja karena sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah.
Wallahu’alam bis shawab.
[1] Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (5467
Fathul Bari) Muslim (2145 Nawawi), Ahmad (4/399), Al-Baihaqi dalam
Al-Kubra (9/305) dan Asy-Syu’ab karya beliau (8621, 8622)] .