Minggu, 09 Februari 2014

IMUNISASI DALAM ISLAM (TAHNIK)

Pernah mendengar istilah diatas ? memangnya islam sampai mengurus masalah imunisasi segala ? bukan kah islam hanya agama saja ? (terus kan baca artikel ini ! temukan jawabannya , betapa luas nya cakupan islam dalam kehidupan)

“Pernah dikaruniakan kepadaku seorang anak laki-laki, lalu aku membawanya ke hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau memberinya nama Ibrahim dan mentahniknya dengan sebuah kurma “[1]Al-Bukhari menambahkan, “Dan beliau mendo’akan keberkahan baginya seraya menyerahkannya kembali kepadaku.” Dan dia adalah anak tertua Abu Musa Radhiyallahu ‘anhu. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Burdah dari Abu Musa.

Imunisasi . Siapa yang tidak kenal istilah ini , para ibu /bapak yang memiliki bayi dan balita pasti akrab dengan istilah ini. Karena Sejak 1977 Indonesia menjalankan program imunisasi PD3I (Penyakit Dapat Dicegah dengan Imunisasi), yaitu TBC, difteri, pertusis, campak, polio, tetanus dan hepatitis B. Program itu dikukuhkan dengan Undang-Undang Kesehatan No. 23 Tahun 1992, berdasarkan kesepakatan dengan WHO dan Unicef.

Tapi coba tanyakan kepada para ibu / Bapak yang sedang memiliki bayi dan balita tersebut tentang “ TAHNIK “ ? saya yakin banyak yang tidak mengetahui nya . mengapa ? karena kita di dikte dengan sistem barat , tak disangkal lagi dari segala aspek sebenarnya kita sudah di jajah oleh sistem barat , dari hal remeh - temeh sampai hal – hal yang urgen dalam kehidupan .

Kenapa kita harus senantiasa berkiblat kesana , padahal islam memiliki solusi lengkap di setiap bidang kehidupan , tidak ada satupun yang lewat dari islam . Semua terdapat dalam Al – Qur’anul karim kitab suci yang tidak ada keraguan daripadanya , dan terjaga kemurnian nya sampai hari kiamat kelak. Tingkah laku hidup juga sudah Allah SWT anugerahkan “Uswatun Hasanah” bagi seluruh manusia , Rasullah SAW. Manusia dengan Akhlak agung , setiap perilaku nya pastilah manfaat dan harus di contoh (Assunnah ).

Dari hadits awal diatas telah jelas , betapa islam menaruh perhatian besar yang sangat mendasar pada kesehatan , bahkan ketika manusia lahir ke dunia ini .

Rasullah S.A.W Rahmatan lil alamin , telah mengajarkan cara pemberian imunisasi dari sejak dahulu kepada umat islam , dengan cara men tahnik bayi yang baru lahir . Beliau sebagai uswatun hasanah kita bagi umat islam dan seluruh manusia , telah memberikan solusi imunisasi yang tidak perlu diragukan lagi manfaat nya .

Pengertian tahnik secara bahasa dan syar’i adalah mengunyah kurma dan meletakkanya di mulut bayi, mengoleskannya pada langit-langit mulutnya. Maka dikatakan “Engkau mentahnik bayi, jika engkau mengunyah kurma kemudian menggosokkannya di langit-langit mulut bayi”. Tahnik inilah yang utama, yakni dengan kurma yang dikunyah dulu oleh pentahnik, bukan kurma yang diblender atau dihaluskan dengan alat lain.Tahnik kurma yaitu melumatkan kurma lalu dimasukkan (dilolohkan atau dilumurkan) ke dalam langit-langit mulut bayi kemudian bayi akan menggerak-gerakkan lidahnya untuk merasakan kurma tersebut.

Perlakuan tahnik kepada bayi memiliki manfaat yang dapat dijelaskan secara ilmiah , dan telah dikaji oleh para ahli kesehatan zaman sekarang.

Penjelasan Ilmiah

Dr.Faruq Musahil menerangkan bahwa setelah lahir, seorang bayi mendapatkan dirinya sudah terpisah dari ibunya, dan pasokan makanan instan dari ibupun sudah berhenti. Sehingga untuk bisa bertahan, ia harus mengandalkan pada sisa makanan yang masih tersimpan dalam tubuhnya. Dan itu jumlahnya tidak banyak, saat ia masih dalam rahim ibunya, hingga saat keluar susu dari payudara ibunya. Keluarnya susu itu sendiri membutuhkan waktu yang tidak sama antara satu dengan wanita yang lain, dari satu hingga tiga hari. Bayi berupaya beradaptasi dengan lingkungan barunya, yakni keluar kedunia ini sehingga sisa bahan makanan di tubuhnya akan demikian cepat habis. Bersamaan itu, presentase gula dalam darah juga ikut menurun sehingga masa sulit mensuplai makanan untuk bayi berkisar antara selepas waktu bersalin hingga awal penyusuan.

Mayoritas atau bahkan semua bayi membutuhkan zat gula dalam bentuk "glukosa" seketika setelah lahir, maka memberikan kurma yang sudah dilumat bisa menjauhkan sang bayi ( dengan izin Allah Subhannahu wa Ta'ala ) dari kekurangan kadar gula yang berlipat-lipat.  Bayi yang baru lahir memerlukan asupan glukosa yang mencukupi , apalagi jika lahir premature ( kurang usia kandungan : kondisi bayi ini sangat berbahaya) karena sang bayi memiliki kandungan kadar gula glukosa yang sangat kecil dalam darahnya. Jika diberikan kepadanya zat gula yang siap diserap olehnya, maka itu ( tahnik ) adalah solusi yang terbaik dan selamat dalam keadaan darurat semacam ini.

Jika bayi yang lahir beratnya lebih kecil maka semakin kecil pula kandungan zat gula dalam darahnya. Oleh karena itu, bayi prematur (lahir sebelum dewasa), beratnya kurang dari 2,5 kg, maka kandungan zat gulanya sangat kecil sekali, dimana pada sebagian kasus malah kurang dari 20 mg/100ml darah. Adapun anak yang lahir dengan berat badan di atas 2,5 kg maka kadar gula dalam darahnya biasanya di atas 30 mg/100 ml.

Kadar semacam ini berarti (20 atau 30 mg/100 ml darah) merupakan keadaan bahaya dalam ukuran kadar gula dalam darah. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya berbagai penyakit:

§ Bayi menolak untuk menyusui;

§ Otot-otot melemas;

§ Berhenti secara terus-menerus aktivitas pernafasan dan kulit bayi menjadi kebiruan;

§ Kontraksi atau kejang-kejang;

Dan terkadang bisa juga menyebabkan sejumlah penyakit yang berbahaya dan lama, seperti:

§ Insomnia;

§ Lemah otak;

§ Gangguan syaraf;

§ Gangguan pendengaran, penglihatan, atau keduanya;

§ Kejang-kejang secara berkepanjangan dan kronis.

Apabila hal-hal di atas tidak segera ditanggulangi atau diobati maka bisa menyebabkan kematian. Padahal obat untuk itu adalah sangat mudah, yaitu memberikan zat gula yang berbentuk glukosa melalui infus, baik lewat mulut, maupun pembuluh darah.

Tahnik kurma ala Rasullulah S.A.W memiliki hikmah secara medis. Sebab, kurma memiliki kandungan gula “glukosa” dalam jumlah yang banyak, khususnya setelah dilumatkan dimulut sehingga bercampur dengan air liur, dimana air liur mengandung sejumlah enzim (ptialin)  yang bisa mengubah sukrosa (disakarida) menjadi gula sederhana (monosakarida) yaitu glukosa, galaktosa, fruktosa.

Tahnik dapat dikatakan sebagai sebuah vaksinasi awal. Dalam mulut manusia dewasa terdapat bakteri yang sangat beragam. Bakteri-bakteri tersebut akan masuk dalam kurma yang telah dikunyah dalam dosis tertentu dan dimasukkan ke dalam mulut bayi. Dan ini merupakan salah satu bentuk introduksi atau vaksinasi yang telah kita kenal sekarang, yaitu memberikan sistem kekebalan yang bersifat aktif dalam tubuh anak. Ilmu kedokteran telah menetapkan faedah yang besar dari tahnik ini, yaitu memindahkan sebagian mikroba (bakteri) dalam usus untuk membantu pencernaan makanan. Vaksinasi zaman sekarang tentu dibolehkan selama cara dan tujuannya benar, serta tidak mengandung zat-zat yang diharamkan.

Hal ini tidak pernah diketahui sebelumnya, baik pada zaman beliau hidup ataupun pada zaman-zaman sekarang, kecuali setelah dilakukannya sejumlah penelitian pada abad 20-an ini.  Inilah bukti kemukjizatan Rasullullah S.A.W.

Kenapa Harus kurma ?

"Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir." (QS. Ar-Ra'du: 4)

Terbukti buah kurma mengandung unsur-unsur penting yang dapat melindungi bayi dari penyakit dan menguatkan daya tahan tubuh. Kurma juga berkhasiat melindungi dan membentengi anak sepanjang hidupnya, terlebih dari itu hikmah mentahnik bayi berguna untuk menguatkan saraf-saraf mulut bayi berguna untuk menguatkan saraf-saraf mulut dan gerakan lisan beserta tenggorokan dan dua tulang rahang bawah dengan jilatan sehingga anak siap untuk menghisap air susu ibunya dengan kuat dan alami.

Kurma Menurut Tinjauan Medis dan Pengobatan

1. Dalam kurma, ditemukan beberapa bahan kimia yang memengaruhi horman oksitosik, yaitu hormon yang bercampur di dalam peranakan wanita, sehingga dapat membantu percepatan kelahiran, serta dapat mengurangi resiko pendarahan setelah melahirkan. Hormon lain dalam kurma adalah hormon untuk menghambat aktivitas hormon kelenjar gondok (glandula thyreoidea). Bahan yang lain, yaitu hormon pembangkit kelenjar susu, sehingga dapat memperlancar ASI (Air Susu Ibu).


2. Serat selulosa berguna untuk membangkitkan kerja usus, sebagai obat mujarab untuk penyembuhan yang disebabkan kurang makan. Serat ini tidak dapat dicerna oleh alat pencernaan kita, sehingga dapat menjaga tubuh supaya terhindar dari kekurangan makanan dalam perut.


3. Vitamin A diperlukan untuk pemeliharaan epitel selaput lendir, ketajaman penglihatan mata, dan pencegahan terjadinya infeksi. Oleh karena ini lah orang-orang gurun selalu mengkonsumsi kurma untuk memperkuat pendengaran dan memfokuskan penglihatan. Manfaat lainnya dari vitamin A banyak sekali. Aktivitas kehidupan di dalam tubuh kebanyakan bertumpu pada vitamin-vitamin tersebut. Vitamin bukan lah bahan penguat tubuh, tapi vitamin diperlukan untuk menyempurnakan aktivitas kelenjar getah bening dalam tubuh dengan cara yang lebih baik.

4. Fosfor bersama kalsium diperlukan untuk membentuk tulang dan kesehatan gigi. Fosfor berguna untuk membangun aktivitas kelenjar dan mengembalikan fungsi kelenjar tubuh. Fosfor juga berperan penting sebagai nutrisi otak, sehingga bila dikonsumsi teratur, dalam jangka panjang berefek mencerdaskan otak.


5. Magnesium penting sekali bagi aktivitas kehidupan di dalam tubuh, serta untuk menjaga diri dari penyakit.


6. Besi sangat penting untuk aktivitas pembentukan hemoglobin dan zat darah merah dalam sumsum tulang. Oleh karena itu, ia diperlukan untuk melindungi manusia dari kekurangan darah.


7. Seng, diperlukan untuk mengobati penyakit sensitivitas tubuh.


8. Kurma kering mengandung aspirin (acetylsalicylic acid) alami yang dapat mengurangi rasa sakit (analgesic).


9. Kalium (potassium) signifikan untuk mengatasi kelelahan, membuat organ jantung bekerja lebih optimal, mengaktifkan kontraksi otot, dan berperan dalam pengaturan tekanan darah.

10. Kurma itu penuh asam mineral yang merupakan unsur terpenting sebagai makanan bagi tubuh, berupa:

Potasium = 79 miligram

Tembaga = 21 miligram

Belerang = 65 miligram

Besi = 5 miligram

Magnesium = 65 miligram

Mangan = 2 miligram

Kalsium = 65 miligram

Fosfor = 72 gram

Pada pertengahan kedua abad ke-20, para ahli mengungkapkan adanya asam amino yang lain pada kurma. Dan yang terpenting dalam asam ini adalah glutathione sebagai antioksidan. Ternyata, bagi 100 gram (7 kurma) dapat memberikan lebih dari 350 energi. Jadi, nilai gizi kurma hampir sempurna. Kurma adalah rejeki yang beruntun, datang terus-menerus, tidak terputus sebagai rejeki dari Allah SWT untuk manusia.

Manfaat Buah Kurma Untuk Kesehatan

- Menguatkan Aqidah

- Mencerdaskan otak

- Meningkatkan daya tahan (antibody)

- Meningkatkan Hemoglobin (Baik untuk penderita animea)

- Meningkatkan jumlah trombosit

- Sebagai multivitamin

- Anti bakteri dan virus

- Baik untuk masa pertumbuhan

- Mengatur kepadatan tulang

- Meningkatkan nafsu makan

- Memelihara ketajaman mata dan pendengaran

- Menenangkan dan menguatkan syaraf

- Menstabilkan kejiwaan anak

- Melancarkan BAB

- Mengobati cacingan

- Mengobati panas (demam), flu, batuk

- menghaluskan kulit

Siapa yang dapat melakukan tahnik ?

Hendaknya yang melakukan tahnik adalah orang sholih sehingga bisa dimintai do’a keberkahannya, terserah yang mentahnik laki-laki atau perempuan. Jika orang sholih tersebut tidak hadir, maka hendaklah bayi tersebut yang didatangkan ke orang sholih tersebut.

Mengenai yang mentahnik boleh seorang wanita sebagaimana dijelaskan oleh Ibnul Qayyim bahwa Imam Ahmad bin Hambal ketika lahir salah satu bayinya, beliau menyuruh seorang wanita untuk mentahnik bayinya tersebut

Kurma yang diberikan bayi dengan proses pengunyahan dari mulut kedua orang tuanya juga mengandung makna yang special dalam menjalin ikatan batin kepada anaknya. melalui air liur kedua orang tuanya akan mengikat hati bayi dengan cinta mereka kepada mereka dan mengalirkan kepadanya fitrah islam mereka yang suci. Anak akan tumbuh dengan baik dan bersih dan juga dapat merasakan manisnya iman, sebagaimana manisnya buah kurma yang bercampur air liur,yang bersamaan lidah selalu dibasahi dengan dzikir kepada Allah Ta’ala.

Inilah tuntunan syariat bagi tiap orang tua yg mengharap kebaikan bagi anaknya. tidak layak semua ini dilewatkan begitu saja karena sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah. Wallahu’alam bis shawab.

[1] Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (5467 Fathul Bari) Muslim (2145 Nawawi), Ahmad (4/399), Al-Baihaqi dalam Al-Kubra (9/305) dan Asy-Syu’ab karya beliau (8621, 8622)] .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KECERDASAN EMOSIONAL & SPIRITUAL HARI KE 15

  BELANJA BERSAMA RENCANA Meski masih dalam keadaan kurang enak badan, saya dan paksu berencana belanja mingguan & membeli buah. Peran: ...