ALIRAN RASA PRA MATRIKULASI IBU PROFESIONAL BATCH #7
Sedikit saya fles-bek ke tahun 2010 akhir, saat dimanasaya menikah + kuliah S2 + kerja di institusi pendidikan.
Tahun 2012 kuliah S2 saya selesai, dan suami
mengajukan permintaan agar saya resign dari tempat
saya bekerja, intinya agar saya banyak berkegiatan di
dalam rumah. Saat itu, saya merasa beraaat sekali
melepas pekerjaan saya, dimana saat itu teman2 yang
lain menggunakan ijazah S2nya untuk kenaikan gaji,
mengurus jabatan fungsional, bahkan menjual
ijazahnya untuk instansi pendidikan yang
membutuhkan, yang semuanya itu mendatangkan fuluz yg tidak sedikit, dan saya di minta
untuk meninggalkan itu semua.
Bueraaaaattt banget rasanya. dan akhirnya saya pun RESIGN.....
(lanjoot)
temen-temen banyak yang menyayangkan, "masa' sekolah tinggi2, ujung2nya di rumah?? emangnya gak sayang apa??"
ada lagi yang bilang: "hah?? lulus S2 kerjanya cuma di seputaran KASUR, SUMUR dan DAPUR? lu yakin li??"
"lu khan belum punya anak, trus di rumah mo ngapain?? (secara temen2ku yg resign, kebanyakan krna faktor anak)
awalnya saya sempet goyang dan bimbang, tapi landasan saya cuma 1, belajar taat pada
suami, itu aja.
untuk mengisi waktu luang di rumah, saya belajar bikin blog dan marketplace, menekuni
hobi berkebun belajar "mengurus rumah" dan tentunya belajar menjadi istri yang "baik".
mau jadi istri yang baik?? gimana caranya?? dimana belajarnya?? itu yang menjadi pertanyaan saya...
setahun yg lalu (tahun 2018) saya dikenalkan dengan "IBU PROFESIONAL" oleh teman,
Diah Maria Ulfah namanya (dia ikut IP Bekasi Batch #5). Dari namanya saja "IBU
PROFESIONAL", saya membayangkan bahwa yg ada didalamnya adalah "bukan
ibu/perempuan biasa", sehingga saya tertarik untuk bergabung didalamnya. 1 batch
terlewati (batch 6) karna kuota sudah full. daaannn Alhamdulillah di batch 7 saya
lolos untuk mengikuti program MATRIKULASI.
setelah melihat profil IBU PROFESIONAL, saya yakin inilah "wadah" yang saya cari
selama ini. tempat dimana saya bisa belajar menjadi istri dan calon ibu, berbagi ilmu dan
membangun jaringan khususnya di komunitas Ibu profesional untuk mempersiapkan
keluarga menuju peran peradaban. saya berharap dengan mengikuti program matrikulasi,
(meskipun saya belum memiliki anak dan bekerja di ranah domestik), dapat menggiring
saya untuk menjadi bagian dari arsitektur peradaban tersebut.
Salam Ibu Profesional ... ✊
ada lagi yang bilang: "hah?? lulus S2 kerjanya cuma di seputaran KASUR, SUMUR dan DAPUR? lu yakin li??"
"lu khan belum punya anak, trus di rumah mo ngapain?? (secara temen2ku yg resign, kebanyakan krna faktor anak)
awalnya saya sempet goyang dan bimbang, tapi landasan saya cuma 1, belajar taat pada
suami, itu aja.
untuk mengisi waktu luang di rumah, saya belajar bikin blog dan marketplace, menekuni
hobi berkebun belajar "mengurus rumah" dan tentunya belajar menjadi istri yang "baik".
mau jadi istri yang baik?? gimana caranya?? dimana belajarnya?? itu yang menjadi pertanyaan saya...
setahun yg lalu (tahun 2018) saya dikenalkan dengan "IBU PROFESIONAL" oleh teman,
Diah Maria Ulfah namanya (dia ikut IP Bekasi Batch #5). Dari namanya saja "IBU
PROFESIONAL", saya membayangkan bahwa yg ada didalamnya adalah "bukan
ibu/perempuan biasa", sehingga saya tertarik untuk bergabung didalamnya. 1 batch
terlewati (batch 6) karna kuota sudah full. daaannn Alhamdulillah di batch 7 saya
lolos untuk mengikuti program MATRIKULASI.
setelah melihat profil IBU PROFESIONAL, saya yakin inilah "wadah" yang saya cari
selama ini. tempat dimana saya bisa belajar menjadi istri dan calon ibu, berbagi ilmu dan
membangun jaringan khususnya di komunitas Ibu profesional untuk mempersiapkan
keluarga menuju peran peradaban. saya berharap dengan mengikuti program matrikulasi,
(meskipun saya belum memiliki anak dan bekerja di ranah domestik), dapat menggiring
saya untuk menjadi bagian dari arsitektur peradaban tersebut.
Salam Ibu Profesional ... ✊
Tidak ada komentar:
Posting Komentar