Kamis, 31 Januari 2019

NHW #1 ADAB MENUNTUT ILMU






Tugas pertama atau disebut dengan NHW #1, di Kelas Matrikulasi, Institut Ibu Profesional membawa saya ke masa lalu, saat lulus SMA.

(pada jaman dahuluuuuu)
Waktu dulu saya kuliah, jujur itu bukan jurusan yang saya pilih sendiri, pilihan orang tua, -- Jurusan Kebidanan -- . saya nda tau, apakah di luar sana ada yang bernasib seperti saya. saat itu saya berusaha untuk menyukai jurusan tersebut, dengan dalih ingin menyenangkan orang tua. 

yaah... hari-hari saya jalani, sampai akhirnya saya lulus dan bekerja sesuai dengan jurusan itu (lagi-lagi ... itu bukan jurusan yang saya pilih). tapi anehnyaaaaa.... saya lanjutkan jurusan itu sampai S2!! hihihihi.... aneh yah?? 😅  tapi justru di saat itulah saya mulai mencintai jurusan pilihan orang tua. kalo kata orang jawa "witing tresno jalaran soko kuliner  kulino".

Saat Kuliah S2, saya menikah, dan setelah lulus ,,, saya "dipaksa" suami untuk RESIGN, tinggal di rumah, dan "mengabdi" pada beliau. Jeng.. jeng... jeng...  Di saat saya sudah mencintai sesuatu yang pernah saya tidak sukai, di saat saya lagi happy-happy nya dengan pekerjaan yang saya geluti, SAYA HARUS MENINGGALKAN SMUANYA.!!! Ya, saya kerja di rumah. sempat terfikir "buat apa ilmu yang kemarin saya timba??". yo wes lah.  SAMI'NA WA ATHO'NA. 

Saya merenung, apa yang bisa saya buat di rumah??



SELAMAT DATANG DI UNIVERSITAS KEHIDUPAN 

Laboratorium Mini Jurusan Perkebunan Q


JURUSAN APA YANG AKAN DI TEKUNI DI UNIVERSITAS KEHIDUPAN?

Sebelum saya mendapatkan NHW #1, sebenernya saya sudah sempat terfikir tentang ini, tentang jurusan baru, yang bisa saya amalkan, tanpa harus keluar rumah. Qodarullah... saya tinggal di perumahan, tepat di depan rumah saya, ada tanah yang "nganggur" seluas kurang lebih 10 x 15 M. berhubung saya pernah berada di "dunia kesehatan" dan menyukai dunia tanaman, maka JURUSAN YANG AKAN SAYA TEKUNI ADALAH PERKEBUNAN SPESIALIS HERBAL.



KENAPA JURUSAN PERKEBUNAN??

Alasannya saya buat per point yah...:

1. untuk melakukan aktifitas "kuliah", bisa di lakukan di rumah
2. mempunyai kebermanfaatan bagi diri saya, keluarga, dan Lingkungan sekitar
3. "Sesuatu" yang saya Sukai
4. Yang paling penting, dapet "restu" dari paksu


STRATEGI SAYA DALAM MENUNTUT ILMU PERKEBUNAN

Untuk menuntut ilmu ini, agar menjadi ilmu yang bermanfaat, tentunya saya akan meluruskan niat bahwa saya menuntut ilmu berkebun semata-mata hanya karna Allah, bukan yang lainnya. 

kemudian Strategi yang saya buat untuk mendapatkan ilmu berkebun adalah sbb:
1. Mendekatkan diri sama yang memiliki segala ilmu.
 kalo Allah yang sudah memberi, siapa yang bisa menghalangi??

"Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu". (QS Ath Thalaq: 12)

2. Membaca buku, "Sumber segala Ilmu"
Al-quran adalah Buku panduan dari segala ilmu, termasuk juga ilmu tentang berkebun dan

"Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disiram dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanaman-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir". (QS Ar-Ra'd: 4)


3. Membaca literasi tentang Alam dan tumbuh-tumbuhan
4. Mengikuti komunitas berkebun Online dan offline.
5. Berinteraksi aktif dengan alam dan guru (makhluk hidup yang ada di kebun)

PERUBAHAN SIKAP YANG AKAN SAYA LAKUKAN DALAM PROSES MEMPELAJARI ILMU PERKEBUNAN

Dalam Universitas Kehidupan, semua adalah murid dan semua adalah guru. Untuk mendapatkan ilmu di kebun, saya harus berkenalan dengan semua makhluk yang ada di sana, seperti tanah, sampah, belatung, ulat, kupu-kupu, daun kering, rumput liar, bambu, tumbuhan, bahkan ular. mereka bisa menjadi guru saya dalam menjalani perkuliahan. Guru lainnya berupa hujan, Matahari, air, dll. Oleh karna mereka adalah guru saya, maka Perubahan sikap yang akan saya lakukan adalah dengan mengasihi dan menghargai semua makhluk ciptaan tuhan. 

sebagai contoh: belatung, yang kebanyakan orang benci dengan makhluk ini, dan tidak di inginkan keberadaannya, tapi di kebun, belatung sangat diharapkan sekali, terutama untuk pembuatan pupuk kompos. begitu juga dengan sampah, baik organik maupun anorganik, yang dianggap oleh sebagian besar manusia, sebagai barang yang tidak berguna, tapi di kebun, sampah organik bisa menjadi makanan untuk tumbuhan, dan sampah anorganik dapat menjadi wadah/pot dan barang daur ulang lainnya.



NB:
- Artikel ini merupakan tugas NHW (Nice Home Work) #1 Program Matrikulasi Batch 7 Ibu Profesional
- Nama peserta didik: Nurly Widyastuti / Program Matrikulasi Batch 7 kelas Bekasi 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KECERDASAN EMOSIONAL & SPIRITUAL HARI KE 15

  BELANJA BERSAMA RENCANA Meski masih dalam keadaan kurang enak badan, saya dan paksu berencana belanja mingguan & membeli buah. Peran: ...