Minggu, 03 Maret 2019





Bismillahirrahmanirrahiim...

Tugas NHW kali ini, sedap-sedap gimanaaaaa gitu.. kenapa?? kita di suruh membuat "Desain Pembelajaran Ala Gue Banget". Sebenernya waktu kuliah dulu, pernah belajar tentang desain pembelajaran, tapi sepertinya nda "masook" ke desain di NHW ini. So, mari kita bikin desain ala GUE.

Sebelum belajar bagaimana caranya belajar, saya mencoba mencari tau "Saya ini siapa sih??" siapa saya?? saya siapa??? (lha jadi amnesia gini)
Dari hasil Assessment Tallent Mapping, Bakat kuat saya ada meliputi: (5 bakat terkuat ku)
1. Caretaker
2. Communicator
3. Educator
4. Server
5. Treasury

dan.. yes, emang bener, itu menggambarkan "gue banget". Seorang konselor (tempat curhat pasien & mahasiswa), sebagai pendidik (dosen), dan seorang pelayan masyarakat.


Untuk merumuskan 5W 1H, saya kaitkan antara visi yang saya buat dan hasil dari Tallent Mapping

Visi: Menyebarkan pemahaman kepada masyarakat Indonesia bahwa sehat yang alami merupakan konsep Thibbun Nabawi

(Who), Siapa sih Kamu? Hamba Allah yang akan menyampaikan sunnah tentang kesehatan melalui "Bakat kuat" nya

(What), Apa yang kamu pelajari/lakukan? saya mempelajari Pengobatan Alami (bukan Medis), agar manusia bisa sehat tanpa obat (medis)

(Why), Kenapa kamu di "utus" Allah ke dunia? Saya mau menyampaikan kesemua penjuru, bahwa Allah telah menciptakan penyakit, dan Dia juga yang telah menyediakan Penawarnya di muka bumi ini.

(Where), Dimana kamu memulainya? Saya mulai dari keluar besar sendiri, perlahan-lahan ke teman dekat, pasien dan tetangga. mudah-mudahan bisa sampai pelosok negri.

(When), Kapan kamu memulainya? Saya sudah lakukan sejak adik dan mami saya mengalami sakit yang kata dokter "penyakit aneh" dan tak punya harapan hidup. dan akhienya penyakllit itu hilang atas izin Allah.

(How), Bagaimana kamu melakukannya? saya memantaskan diri dengan belajar, setelah saya dapat ilmunya, saya tebarkan ilmu tersebut kepada siapa saja yang membutuhkannya.




Dibawah ini "Rancangan Pembelajaran" Ala Nurlia

Tujuan Pembelajaran:
Diharapkan seluruh antero negri memahami konsep sehat alami, Sehat tanpa Obat

Metode Pembelajaran:
Mendengarkan ceramah
diskusi Via WAG
Learning by doing

Media Pembelajaran:
HP
Komputer
Alam Sekitar


NB: Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas NHW #5 Institut Ibu Profesional
Nama: Nurly Widyastuti
Program Matrikulasi Kelas Bekasi 2


Sabtu, 23 Februari 2019


💚 MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH 💛



Bismillahirrahmanirrahiim.....
Kelas Matrikulasi Ibu Profesional sudah memasuki pekan ke 4 dengan Judul NHW#4 Mendidik anak dengan kekuatan Fitrah. NHW #4 ini ternyata lebih kompleks dibanding NHW sebelumnya, karna di sini akan mengikut sertakan NHW 1-3. berikut ini hasil NHW #4 yang saya selesaikan. Cekidot!!

a. Liat lagi NHW #1, apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas kehidupan ini? atau anda akan mengubah jurusan?

Di NHW #1, saya memilih jurusan "Perkebunan spesialis herbal", 
Well... setelah di pikir-pikir lagi, ternyata saya salah "liat Brosur" 😃,,, dan yang ada di brosur itu adalah jurusan "Pengobatan Alami" yang di dalamnya terdapat "ilmu kebun" yang menunjang jurusan Pengobatan Alami. jadi saya tetapkan saat ini saya memilih jurusan "PENGOBATAN ALAMI".

b. Lihat NHW #2, sudahkan konsisten untuk mengisi ceklist harian kita? ceklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu "memantaskan diri" setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

Alhamdulillah,, point-point di ceklist NHW #2 sudah berjalan, karna ceklist kemarin memang gak muluk-muluk, sehingga mudah untuk di jalani, meskipun belum konsisten.

c. Baca dan renungkan kembali NHW #3, apakah sudah terbayang apa maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalo sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

Saya termasuk orang yang Kepo terhadap ilmu dan senang bercerita/berbicara. adaaaaa aja yang mau saya sampe.in ke orang. kalo ada sesuatu yang baru saya pelajari, setelah saya paham, cara "menguatkan" ilmu tersebut adalah dengan mengamalkan dan mengajarkan kembali ke orang lain. ada rasa bahagia ketika ada seseorang yang paham dengan penjelasan yang saya paparkan. karna ada orang yang tau dan pintar untuk dirinya sendiri,, tapi dia tidak bisa menyampaikannya ke orang lain. ada.

Qodarullah, Latar belakang pendidikan saya adalah D3 Kebidanan, DIV Bidan Pendidik dan S2 Kesehatan Masyarakat. Setalah mengikuti program Matrikulasi di Institut Ibu Profesional (IIP), saya baru sadar, ini adalah jalan yang Allah rancang. Sebelum Kuliah, saya bercita-cita menjadi GURU, tetapi, orang tua saya mengarahkan saya untuk menjadi BIDAN, tapi.... ternyata Allah tak pernah tidur!! 



DIA Maha tau.. hambanya yang dhoif ini memiliki cita-cita terpendam,. sampai akhirnya 3 tahun setelah lulus Bidan, saya dapet tawaran KULIAH GRATIS!! tau saya dibiayai kuliah apa?? saya di bayarin untuk kuliah DIV Bidan Pendidik, yaitu kuliah untuk menjadi seorang Dosen (guru) Kebidanan. ya..  saya jadi guru. MAsya Allah.... ternyata ini maksudnya. saya harus kuliah kesehatan (bidan) dulu, lalu di arahkan ke kuliah pendidik. Hal ni juga sempet di tanyakan oleh salah satu teman di IIP saat SoTD, dia bertanya, apa hubungan'a kuliah bidan dengan profesi dosen?? Duaaarrrrr.... di sini saya baru ngeh, Allah telah merancang sedemikian rupa kurikulum untuk saya jalani, dan DIA TAK PERNAH MENGECEWAKAN HAMBANYA, Setelah 4 tahun saya lulus kuliah bidan,  saya menjadi Dosen, guru kebidanan, lalu melanjutkan pendidikan S2 Kesehatan Masyarakat, yang mempelajari bagaimana menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat. Drama kehidupan belum selesai. Saat menjalani kuliah S2, saya menikah, daaaaan... setelah lulus S2, suami meminta saya untuk "tinggal di rumah sajah". 

Untuk memaksimalkan kegiatan produktif di rumah, saya manfaatkan lahan kosong di depan rumah untuk menanan tanaman yang bisa di konsumsi sehar-hari dan tanaman obat, sambil mempromosikan hasil tanaman serta manfaatnya. Dari rumah, saya juga pengen mengaplikasikan pendidikan yang sudah saya dapat kepada lingkungan sekitar. oleh karenanya, saya menetapkan:

Misi : Menyebarkan pemahaman kepada masyarakat Indonesia bahwa sehat yang alami merupakan konsep Pengobatan Thibbun Nabawi
Bidang : Pendidikan Kesehatan Alami
Peran : Pembicara, Praktisi dan Konselor Pengobatan Alami, Pedagang.

d. Susunlah ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut!
Untuk mewujudkan misi tersebut, maka ilmu yang harus saya pelajari adalah:
1. Ilmu Agama ; Al-quran adalah BUKU SUMBER dari berbagai bidang ilmu, Hadist tentang pengobatan Ala Nabi
2. Ilmu Biologi Tumbuhan ; ilmu yang mempelajari tentang kandungan & khasiat dari jenis tumbuhan tertentu dan cara memperbanyak tumbuhan.
3. Ilmu Komunikasi ; 
4. Ilmu Marketing

e. Tetapkan Milistone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi hidup
KM 0 - KM 1 (Semester pertama): Mengumpulkan ayat-ayat Quran dan Hadist tentang pengobatan ala Nabi
KM 1 - KM 2 (Semester Kedua): Mengelompokkan jenis tanaman berdasarkan penyakitnya
KM 2 - KM 3 (Semester ketiga): Mempelajari ilmu komunikasi terutama komunikasi produktif dan persuasif
KM 3 - KM 4 (Semester ke empat): menguasai ilmu Marketing

f. Koreksi lagi NHW #2, apa sudah memasukkan waktu untuk mempelajari ilmu tersebut??
Waktu mengerjakan NHW #2 kemarin, saya belum memasukkan jadwal dalam pentuk target dan point, tapi sebenernya dalam pelaksanaannya, sedang saya jalankan. setelah selesai NHW #4 ini akan saya revisi kembali point-point di NHW #2

g. Lakukan, lakukan, lakukan
OK, OK, OK saya akan lakukan. Bismillah...

Hasil gambar untuk allah tidak akan mengubah suatu kaum



Hai sobat,, tulisan di atas itu adalah rancangan sejarah kuw, mana rancangan sejarah mu??

NB:
- Artikel ini merupakan tugas NHW (Nice Home Work) #4 Program Matrikulasi Batch 7 Ibu Profesional
- Nama peserta didik: Nurly Widyastuti / Program Matrikulasi Batch 7 kelas Bekasi 2

Kamis, 31 Januari 2019

NHW #1 ADAB MENUNTUT ILMU






Tugas pertama atau disebut dengan NHW #1, di Kelas Matrikulasi, Institut Ibu Profesional membawa saya ke masa lalu, saat lulus SMA.

(pada jaman dahuluuuuu)
Waktu dulu saya kuliah, jujur itu bukan jurusan yang saya pilih sendiri, pilihan orang tua, -- Jurusan Kebidanan -- . saya nda tau, apakah di luar sana ada yang bernasib seperti saya. saat itu saya berusaha untuk menyukai jurusan tersebut, dengan dalih ingin menyenangkan orang tua. 

yaah... hari-hari saya jalani, sampai akhirnya saya lulus dan bekerja sesuai dengan jurusan itu (lagi-lagi ... itu bukan jurusan yang saya pilih). tapi anehnyaaaaa.... saya lanjutkan jurusan itu sampai S2!! hihihihi.... aneh yah?? 😅  tapi justru di saat itulah saya mulai mencintai jurusan pilihan orang tua. kalo kata orang jawa "witing tresno jalaran soko kuliner  kulino".

Saat Kuliah S2, saya menikah, dan setelah lulus ,,, saya "dipaksa" suami untuk RESIGN, tinggal di rumah, dan "mengabdi" pada beliau. Jeng.. jeng... jeng...  Di saat saya sudah mencintai sesuatu yang pernah saya tidak sukai, di saat saya lagi happy-happy nya dengan pekerjaan yang saya geluti, SAYA HARUS MENINGGALKAN SMUANYA.!!! Ya, saya kerja di rumah. sempat terfikir "buat apa ilmu yang kemarin saya timba??". yo wes lah.  SAMI'NA WA ATHO'NA. 

Saya merenung, apa yang bisa saya buat di rumah??



SELAMAT DATANG DI UNIVERSITAS KEHIDUPAN 

Laboratorium Mini Jurusan Perkebunan Q


JURUSAN APA YANG AKAN DI TEKUNI DI UNIVERSITAS KEHIDUPAN?

Sebelum saya mendapatkan NHW #1, sebenernya saya sudah sempat terfikir tentang ini, tentang jurusan baru, yang bisa saya amalkan, tanpa harus keluar rumah. Qodarullah... saya tinggal di perumahan, tepat di depan rumah saya, ada tanah yang "nganggur" seluas kurang lebih 10 x 15 M. berhubung saya pernah berada di "dunia kesehatan" dan menyukai dunia tanaman, maka JURUSAN YANG AKAN SAYA TEKUNI ADALAH PERKEBUNAN SPESIALIS HERBAL.



KENAPA JURUSAN PERKEBUNAN??

Alasannya saya buat per point yah...:

1. untuk melakukan aktifitas "kuliah", bisa di lakukan di rumah
2. mempunyai kebermanfaatan bagi diri saya, keluarga, dan Lingkungan sekitar
3. "Sesuatu" yang saya Sukai
4. Yang paling penting, dapet "restu" dari paksu


STRATEGI SAYA DALAM MENUNTUT ILMU PERKEBUNAN

Untuk menuntut ilmu ini, agar menjadi ilmu yang bermanfaat, tentunya saya akan meluruskan niat bahwa saya menuntut ilmu berkebun semata-mata hanya karna Allah, bukan yang lainnya. 

kemudian Strategi yang saya buat untuk mendapatkan ilmu berkebun adalah sbb:
1. Mendekatkan diri sama yang memiliki segala ilmu.
 kalo Allah yang sudah memberi, siapa yang bisa menghalangi??

"Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu". (QS Ath Thalaq: 12)

2. Membaca buku, "Sumber segala Ilmu"
Al-quran adalah Buku panduan dari segala ilmu, termasuk juga ilmu tentang berkebun dan

"Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disiram dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanaman-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir". (QS Ar-Ra'd: 4)


3. Membaca literasi tentang Alam dan tumbuh-tumbuhan
4. Mengikuti komunitas berkebun Online dan offline.
5. Berinteraksi aktif dengan alam dan guru (makhluk hidup yang ada di kebun)

PERUBAHAN SIKAP YANG AKAN SAYA LAKUKAN DALAM PROSES MEMPELAJARI ILMU PERKEBUNAN

Dalam Universitas Kehidupan, semua adalah murid dan semua adalah guru. Untuk mendapatkan ilmu di kebun, saya harus berkenalan dengan semua makhluk yang ada di sana, seperti tanah, sampah, belatung, ulat, kupu-kupu, daun kering, rumput liar, bambu, tumbuhan, bahkan ular. mereka bisa menjadi guru saya dalam menjalani perkuliahan. Guru lainnya berupa hujan, Matahari, air, dll. Oleh karna mereka adalah guru saya, maka Perubahan sikap yang akan saya lakukan adalah dengan mengasihi dan menghargai semua makhluk ciptaan tuhan. 

sebagai contoh: belatung, yang kebanyakan orang benci dengan makhluk ini, dan tidak di inginkan keberadaannya, tapi di kebun, belatung sangat diharapkan sekali, terutama untuk pembuatan pupuk kompos. begitu juga dengan sampah, baik organik maupun anorganik, yang dianggap oleh sebagian besar manusia, sebagai barang yang tidak berguna, tapi di kebun, sampah organik bisa menjadi makanan untuk tumbuhan, dan sampah anorganik dapat menjadi wadah/pot dan barang daur ulang lainnya.



NB:
- Artikel ini merupakan tugas NHW (Nice Home Work) #1 Program Matrikulasi Batch 7 Ibu Profesional
- Nama peserta didik: Nurly Widyastuti / Program Matrikulasi Batch 7 kelas Bekasi 2

Rabu, 23 Januari 2019

ALIRAN RASA (MATRIKULASI - BEKASI 2)



ALIRAN RASA PRA MATRIKULASI IBU PROFESIONAL BATCH #7

Sedikit saya fles-bek ke tahun 2010 akhir, saat dimana

saya menikah + kuliah S2 + kerja di institusi pendidikan.

Tahun 2012 kuliah S2 saya selesai, dan suami 

mengajukan permintaan agar saya resign dari tempat 

saya bekerja, intinya agar saya banyak berkegiatan di 

dalam rumah. Saat itu, saya merasa beraaat sekali 

melepas pekerjaan saya, dimana saat itu teman2 yang

lain menggunakan ijazah S2nya untuk kenaikan gaji, 

mengurus jabatan fungsional, bahkan menjual 

ijazahnya untuk instansi pendidikan yang 

membutuhkan, yang semuanya itu mendatangkan fuluz yg tidak sedikit, dan saya di minta 

untuk meninggalkan itu semua.

Bueraaaaattt banget rasanya. dan akhirnya saya pun RESIGN.....
(lanjoot)

KECERDASAN EMOSIONAL & SPIRITUAL HARI KE 15

  BELANJA BERSAMA RENCANA Meski masih dalam keadaan kurang enak badan, saya dan paksu berencana belanja mingguan & membeli buah. Peran: ...